Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Danang A. Prabowo



Twitter Buttons
@pembuat_jejak

Danang's Journal of Life Science




free counters


Masih teringat jelas bagaimana aku menuliskan kalimat-kalimat itu pada dua lembar kertas buram setelah tiba di kamar asrama Tingkat Persiapan Bersama di IPB sore itu. Baru saja  DKM Al Hurriyah usai menyelenggarakan acara Achievement Motivation Trainer (AMT) dengan menghadirkan seorang pembicara yang sangat luar biasa, Ustadz Aris Ahmad Jaya. Sosok yang di kemudian hari banyak menginspirasiku mencapai hal-hal menakjubkan yang semula hanya terlintas di mimpi belaka.

Untuk kesekian kalinya aku dibuat begitu takjub dengan penampilan dan materi motivasi yang diberikannya.

“Banyak orang yang memiliki mimpi, namun mimpinya itu akhirnya tetap menjadi impian dan khayalan belaka. Alasannya adalah karena mereka menuliskan mimpi-mimpi mereka di dalam ingatan saja. Padahal ingatan manusia itu terbatas. Akibatnya kebanyakan dari mereka itu lupa dengan mimpinya. Dan ketika ingat kembali, waktu mereka telah habis. Dan hanya penyesalan yang dirasa.”

Demikian kurang lebih kata-kata yang beliau sampaikan sebagai pembuka materi beriringan dengan tampilan slide di layar dan backsound yang sangat menawan. Kemudian dengan setengah menghentak beliau berteriak!

“Ubah! Ubah cara pandang anda! Ubah bagaimana anda menuliskan mimpi-mimpi anda. Jangan tulis dalam ingatan anda yang terbatas, karena hal itu ibarat anda menulis di atas pasir. Ketika angin bertiup, hilanglah tulisan itu. Tuliskan secara nyata. Di atas kertas. Tuliskan mimpi-mimpi anda di atasnya. Tempatkan dimana anda akan sering melihatnya. Jika anda ragu... tulis saja 100 target yang ingin anda capai selama di IPB!”

Alunan backsound dari speaker yang memainkan musik instrumental gubahan komponis terkenal Jepang, Kitaro berjudul Koi itu seolah turut menyihir kata-kata yang beliau ucapkan hingga mampu merasuk ke dalam dada setiap peserta yang hadir. Masing-masing peserta seolah tersihir oleh suasana. Semuanya khusyuk mendengarkan kata demi kata dari Sang Trainer, termasuk diriku yang dengan serius mencatat kata-kata tersebut dalam buku catatan.

“...dan nanti anda akan lihat. Bagaimana luar biasanya Allah mewujudkan setiap mimpi-mimpi itu, jauh lebih luar biasa daripada yang bisa anda bayangkan... tuliskan segera, dan suatu hari yang akan anda lihat dari tulisan anda itu hanyalah coretan-coretan. Coretan karena anda telah mencapainya...”

Dan itulah yang aku lakukan. Di atas dua lembar kertas buram itulah aku menuliskannya. 100 target. Target-target sederhana hingga impian-impianku, tanpa banyak berpikir rumit, aku benar-benar menuliskan apa yang terlintas di pikiranku saat itu, seperti yang Ustadz Aris katakan waktu itu. Dan jadilah, 100 target itu. Aku tempel di pintu lemari bajuku hingga setiap saat aku bisa melihatnya. Ada kepuasan tersendiri ketika melihatnya. Namun tak sedikit juga yang berkomentar setiap kali melihat target-target yang tertulis di sana.

Buat apa Nang kamu nulis repot-repot begitu”. “Sombong banget sih lo...” atau bahkan dengan nada meremehkan “Udah Nang, ini mah bukan lagi zamannya untuk bermimpi. Realistis sedikitlah

Setelah begitu banyak komentar, akhirnya aku melepas dua lembar kertas itu dan memindahkannya di atas tempat tidurku hingga setiap akan tidur atau bangun pagi aku bisa melihatnya. Setidaknya komentar-komentar itu tak lagi terdengar setelah itu.

Aku baru benar-benar menyadari bahwa dua lembar kertas itu kini sudah begitu usangnya... usang oleh berbagai macam coretan-coretan di atasnya, dan usang oleh keringat di tanganku setiap kali memegangnya. Tapi yang pasti... kini setiap aku melihatnya kembali yang bisa aku katakan adalah: “Subhanallah...Luar biasa...”

Apa yang aku tuliskan di atas dua lembar kertas itu, yang dahulu begitu banyak orang yang mencemooh dan meremehkannya... kini... satu persatu tanpa aku sadari benar-benar terwujud. Dan benar... seberapapun luar biasanya rencana dan kalimat yang kutuliskan di atasnya... rencana Allah jauh lebih luar biasa, persis seperti yang dikatakan Ustadz Aris waktu itu.

Mahasiswa Berprestasi.. Meski awalnya hanya aku tuliskan setelah mendengar cerita Mas Anuraga Jayanegara, dan terinspirasi dari majalah-majalah mahasiswa.Ternyata... tak aku sangka aku akan bisa mencapainya, bahkan hingga tingkat nasional dan menjadi yang terbaik dari yang terbaik. Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang begitu bergengsi dan MTQ Mahasiswa Nasional... tak aku sangka aku bisa ke sana dengan cara-cara luar biasa dan tak terkira, padahal mulanya semua itu terinspirasi dari penuturan penuturan kakak tingkat atau teman-teman di kampus.

Setiap kali mengingat semua itu, sepenggal lirik Nasyid dari Justice Voice yang terinspirasi dari surat Ar Rahman terdengar begitu nyaring di kepalaku ”...Nikmat yang manakah lagi yang akan kau dustai, setelah begitu banyak nikmat yang Ia beri...

Dan kini ketika menatap dua lembar kertas usang yang hampir tercerai berai itu... delapanpuluhtiga. Ya... target nomor 83 bertuliskan “Aku ingin melanjutkan sekolah keluar negeri setelah tamat IPB!”

Tapi tahukah apa yang terjadi?...semuanya seolah terulang kembali... seberapapun luar biasanya rencana yang kita buat... rencana Allah jauh lebih luar biasa...

***

Burung besi kebanggaan bangsa itu akhirnya mendarat di Narita International Airport. Sambil menunggu pilot selesai memarkirkan Sang Garuda, negeri para Samurai dulu itu terlihat begitu dingin dari jendela pesawat yang basah oleh air hujan. Mungkin musim gugur telah hadir di bulan ini seperti yang aku baca di internet sebelumnya.

Dikejauhan perlahan tampak tulisan berwarna merah menyala. Yokoso Japan. Yang di kemudian hari aku ketahui artinya sebagai: “Selamat Datang di Jepang”. Kututup buku catatan dan dua lembar kertas usang bertuliskan 100 targetku dengan coretan-coretannya itu... air mata ini menetes dengan perihnya dan panasnya mata. “Nikmat yang manakah lagi yang akan kau dustasi?” Nang... hanya tarikan nafas panjang yang bisa aku lakukan...

Seolah suara merdu Celine Dion dalam video motivasi tentang para peserta paralympic, olimpiade bagi orang-orang yang cacat namun mampu mengukir sejarah itu, yang diputar Ustadz Aris 2 tahun lalu itu terdengar kembali... Realize the Power of The Dreams... ternyata Allah membukakan jalan bagiku ke Jepang... sebelum tamat dari IPB...

Dan dimulailah jejak-jejak ini... dibuat....

Pembuat Jejak.

Yokoso Japan... Narita Airport, 2 Oktober 2007

(Inspired from my Life Journal 2005-2007)


28 CommentsChronological   Reverse   Threaded
suararaa wrote on Dec 27, '07
wisss.... ebattthhh,,,,,
pernah jg ngelakuin ini, aku tempel di atas kalender di atas tembok kamar, nggak nyampe 100 sih targetnya....
juga... ttg info lomba2 yg pengen ak ikuti aku tempel pengumumannya di lemari biar ak gak nunda buat kerjain tu lomba. n tyt dari lomba2 yg pengumumannya g ak tempel akhrnya lupa dan nggak jadi ikut lomba...
rnaa wrote on Dec 28, '07
yup benar, luar biasa...........
danangap7 wrote on Dec 28, '07
Jazakillah kepada mbak2nya...
Insya Allah itu semua atas rencana Allah yang luar biasa. dan keyakinan bahwa sesuatu yang belum dicoba pasti bisa dilakukan...
alwaysthink wrote on Jan 1, '08
ganbatte!
synhel wrote on Jan 6, '08
sukses!
smg semakin banyak pengalaman tersebut selaras dengan ilmu padi...
happywithavis wrote on Jan 25, '08
assalamualaikum nang....

wah ketmu lagi di multiply setelah berlaga bersama di MAPRES 2007. SeLamat ya udah jadi yg terbaik diantara yg terbaik. aku senang bisa kenal dan py tmn mapres like u


boleh tau mimpi apa yg belum terwujud dari 100 mimpi itu?
dulu aku pernah menuliskan smuanya di buku harian aku, smua target. tp ada satu tahun off dimana itu berarti target2 lain berdasar urutan waktu gk bisa terwujud. mungkin beda cara dari ALLAH buat bikin mimpi kita terwujud. dan ...apapun yang terjadi, TETAP SEMANGAT ^_^


kazzel wrote on Feb 28, '08
Asw, Wah dah jadi novelnya belum bro "Sang Pembuat Jejak" keliatannya bagus Bro...:)
Bro kalo Sampeyan jadi ketua TW gimana bro? INi saatnya Sampeyan membuat jejak, salah satu target sampeyan kan jadi Ketua TW, selamat yee Plak plok plek... he he he afwan tangannya kepleset....

serenadadhayan wrote on Sep 20, '08
asslamu'alaikum...jejak2 kakak sangat menginspirasi saya...kak gimana cara kita memulai sebuah impian setelah kita menuliskannya di atas kertas??
psychoalpha wrote on Nov 12, '08
asw. subhanallah.you've given me an inspiration...
qeeasyifa wrote on Mar 10, '09
*nangis*
desthaonly wrote on May 24, '09
KEREN!! keep writing about beginian Kak!!
azzkee wrote on Jun 8, '09
subhanallah...kak danang, kemarin, saya dapat cerita tentang kakak dari seorang motivator...pasti kaka kenal siapa orangnya...
danangap7 wrote on Jun 8, '09
azzkee said
subhanallah...kak danang, kemarin, saya dapat cerita tentang kakak dari seorang motivator...pasti kaka kenal siapa orangnya...
"Beliau yang saya sebut namanya di tulisan ini ya?"
azzkee wrote on Jun 8, '09
"Beliau yang saya sebut namanya di tulisan ini ya?"
ups..bukan ustad aris...tapi kawan kakak...
eugeniasepthariani wrote on Sep 20, '09
wow sangat menginspirasi saya.
saya juga pengen coba ah~
kali aja mimpi2ku bener2 bisa jadi kenyataan :D
arqomalifh wrote on Oct 4, '09
Syukran, kisah2nya mengispirasi bangetz
sy copas ya..
Comment deleted at the request of the author.
irfanyahya wrote on Jan 10, '11
Aq pengen kaya kakak... doakan ya biar bisa sukses kaya kakak... :)
nabelahafshah wrote on Jan 29, '11
tentang mimpi, ada satu lagi rekomendasi nih, seorang MPers lainnya, Laptop Mini dan sebuah cerita lain dari dia klik
Comment deleted at the request of the author.
danangap7 wrote on Jan 29, '11
tentang mimpi, ada satu lagi rekomendasi nih, seorang MPers lainnya, Laptop Mini dan sebuah cerita lain dari dia klik
Saya sudah mengunjunginya barusan... awesomely, inspiring... dan masih banyak lagi kisah2 inpiratif lainnya dari berbagai banyak orang di berbagai penjuru dunia :)
nabelahafshah wrote on Jan 29, '11
Saya sudah mengunjunginya barusan... awesomely, inspiring... dan masih banyak lagi kisah2 inpiratif lainnya dari berbagai banyak orang di berbagai penjuru dunia :)
yes.
beruntung punya akun di multiply...
^_^

kenapa orang-orang 'gila' seperti kalian, sering punya baca kesamaan ya ka?
yaitu, potograpi.
haha.
danangap7 wrote on Jan 29, '11
yaitu, potograpi.
Wah... kalo "gila" dia sepertinya lebih "gila" hehehe... kisah-kisah yang dituliskannya bagus sekali penggunaan kata-kata dalam kalimat dan keseluruhan ceitanya. Sungguh menawan dan menarik. Belum lagi hasil foto-fotonya juga lebih bagus dan berkarakter :)
Mengapa fotografi? Karena fotografi emang asik hehehe...
Mungkin karena saya orangnya cenderung visual kali ya baik dalam perencanaan dan keseharian, visualisasi itu penting bagi saya... dan fotografi bisa melatih visualisasi itu... ah entahlah... hehehe
q3hyda wrote on Jun 29, '11
aslm'alaikm maz...saya telat nih baru lihat video yg anda bwt ttg 100 mimpi tu(bru lihat beberapa hari kemarin), sangat menginspirasi sekali...dan membuat saya semangat
kebetulan saya baru msuk universitas tahun ini, dan dapet tugas bkin poster 100 mimpi
semoga bisa terwujud, sama seperti impian2 maz yg dh ditulis di kertas tu..amiin :) doakan ya
congman wrote on Nov 16, '11
Saya sudah membuktikannya. Mimpi itu nyata, ya mimipi-mimpi itu nyata benarlah kata sang Arsitektur Peradaban Mesir beliau berkata "Mimpimu hari ini adalah kenyataan untuk esok hari". Syukron jazakallah khoir kang danang atas jejak-jejak mimpinya. Semoga saya dan teman2 yang lainnya bisa menciptakan jejak-jekak mimpi terbaru kami.
congman wrote on Nov 19, '11
Asssalamu'alaikum mas danang
puthree3 wrote on Jan 23
sebuah perjalanan yang sungguh luar biasa,
inspiratif bgt,

berharap d suatu kesempatan bisa ngobrol langsung sama beliau ( mas danang )

barakallahu fihi
aroyand wrote on May 16
Assalamu'alaikum.. Kalo boleh tau, Apa saja sih 100 impian kakak yang dulu kakak tulis di 2 lembar kertas usang itu dan yg sekarang sudah menjadi kenyataan? Beneran, saya pengen tau.. tolong dibales ya...
Add a Comment