Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Danang A. Prabowo



Twitter Buttons
@pembuat_jejak

Danang's Journal of Life Science




free counters


 

“Jangan hanya bisanya bermimpi kamu! Bermimpi itu mudah. Tapi mewujudkannya itu yang susah”

Demikian mungkin salah satu fragmen kehidupan yang pernah kita dengar. Baik dalam kehidupan nyata maupun dalam dunia maya melalui tayangan-tanyangan fiksi di televisi. Mungkin banyak juga yang akan beranggapan demikian.

Bahwa memiliki mimpi itu mudah. Bermimpi bisa dilakukan oleh setiap orang di dunia ini. Namun benarkah memiliki mimpi itu semudah itu?

Hmmm tidak juga ternyata. Setidaknya hal tersebut dibuktikan dari beberapa email yang ditanyakan kepada saya dengan nada hampir serupa. Pertanyaan yang muncul dari tulisan saya di blog ini tentang 100 target (mimpi) dan kertas buram atau video motivasi dan penyambutan mahasiswa baru IPB 2008 yang juga saya upload di blog ini.

Namun tulisan kali sungguh bukan untuk meremehkan atau sekedar menggungjingkan pertanyaan itu. Justru saya berterima kasih kepada mereka yang bertanya, karena dari sana kemudian terinspirasi untuk share yang saya harap dapat memberi manfaat bagi kita semua. Bahwa memiliki mimpi itu tak selalu mudah.

Kita simulasikan saja begini. Ambil secarik kertas dan alat tulis. Tarik nafas dalam-dalam. Kemudian tuliskan 100 mimpi (target) yang ingin anda capai selama waktu tertentu. Katakanlah 2 tahun. Coba lakukan. Kemudian coba katakan kepada saya apakah Anda bisa menyelesaikan menuliskan mimpi Anda dalam waktu 1 jam? (Kasih tahu ya...). Mungkin banyak yang bisa melakukannya. Tapi banyak juga ketika diberikan instruksi seperti ini akan justru banyak bingungnya, banyak berbicara, dan banyak mikirnya ketimbang memulai menuliskannya.

Namun banyak juga yang setelah mencoba menuliskannya pada saat mencapai 20-30 mimpi mereka kebingungan dengan mimpi apa yang harus mereka tuliskan. Setidaknya begitu yang ditanyakan oleh sekitar 20-an email bernada sama kepada saya.

“Kok bisa punya mimpi sebanyak itu sih? Gimana caranya? Apa tipsnya?” demikian kiranya pertanyaan tersebut tertulis.

Ada yang menarik di sini. Sedikit membuat saya tersenyum. Bukan meremehkan tapi geli jika dikaitkan dengan ungkapan bermimpi itu mudah namun mewujudkannya yang sulit. Lho ini bermimpi saja sudah susah bagaimana mau saat mewujudkannya. Mau bermimpi saja butuh tips. Bukan begitu logikanya?

Maka saya ingat kembali saat Ustadz Aris (motivator ABCO Training Center) dulu mengatakan sekitar 3 tahun lalu.

“Tulislah 100 mimpi Anda. Apa saja yang terlintas di benak Anda saat itu yang ingin dilakukan di masa depan. Tidak harus berurutan. Tidak harus yang muluk-muluk mimpinya. Mulailah dengan yang saat ini paling mudah untuk dilakukan tapi belum Anda lakukan. Tidak usah takut. Wong itu cuma mimpi kok!”

Dan kata-kata itulah yang saya tangkap dan ingat betul-betul. Karena itulah kata kuncinya. Bermimpilah secara alamiah dan sederhana. Tak usah dipaksakan dan tak perlu ribet memikirkannya.

100 mimpi yang saya tuliskan di atas kertas buram 3 tahun lalu itupun tidak semuanya mimpi-mimpi wah. Tidak pula teratur saya menuliskan. Karena saya menulis benar-benar apa yang ingin saya capai dan saya lakukan. Maka di dalam 100 target itu ada pula target-target sederhana seperti ingin bisa masak nasi goreng, ingin belajar membuat slide presentasi dengan Power Point, ingin membuat account friendster, atau yang paling “enggak banget” ingin salaman sama Aa’ Gym (hehehe... belum kesampaian euuy).

Sederhana bukan mimpi-mimpi saya? Maka saat itu, saya ingat menuliskan 100 mimpi itu tidak lebih dari 1 jam. Karena saya menuliskannya sehabis sholat maghrib di kamar asrama TPB IPB dan selesai sebelum adzan Isya’berkumandang.

Nah, saya rasa banyak orang yang kesulitan untuk menuliskan mimpinya, itu karena mereka terlalu berorientasi dengan mimpi-mimpi besar nan spektakuler. Namun di sisi lain mereka menjadi ragu karena mimpi besar yang mereka ingin tuliskan diiringi dengan pikiran-pikiran pesimis seperti:

“Tapi gak mungkin ah saya bisa seperti itu...” atau “kayaknya sulit deh...” atau yang lebih nyeleneh “...wong ndeso seperti aku kok mimpinya seperti itu...”

Padahal mimpi itu gak ada kaitannya apakah Anda orang ndeso atau mantan ndeso (hihihi... kan orang kota dulu juga asalnya dari desa... paling enggak nenek-nenek moyangnya dulu... eh atau pelaut ya mereka? Halah ini malah bahas apa toh! Back to topic).

Apakah ini salah satu indikasi bahwa semakin hari semakin banyak anak-anak Indonesia yang tak punya mimpi? Semoga saja tidak. Sungguh tak terbayangkan dunia anak-anak tanpa mimpi. Karena mimpilah yang mampu membuat mereka tersenyum bahagia ketika tak ada hal lain yang mereka miliki. Children of the Lost Dream... wuiiiih keren banget kedengarannya... tapi serem banget kalo itu nyata!

Saya tak ada maksud mengajarkan orang lain hanya menjadi pemimpi semata. Tapi juga menjadi pewujud mimpi-mimpinya. Coba lihat Andrea Hirata dalam bukunya Sang Pemimpi. Apakah ia hanya seorang pemimpi belaka? Tentu tidak. Ia adalah seorang pemimpi yang “jenius”. Mengapa? Karena mimpi yang ia miliki sungguh menawan, cara ia mewujudkannya sungguh ciamik, dan gabungan keduanya menghasilkan karya yang mampu menginspirasi banyak orang! Itulah Sang Pemimpi.

Yups ini baru masalah mimpi, guys! Maka kreatiflah untuk bermimpi. Gak ada kan yang menghalangi Anda untuk bermimpi? Jangan pikirkan: “nanti bagaimana”. Tapi pikir “bagaimana nanti...” itu mah nanti saja. Wong baru dalam pikiran kok aja kan?!.

Darimana dapat inspirasi untuk bermimpi? Dari mana saja bisa kok. Dari buku, dari orang lain, dari lingkungan sekitar, dari peristiwa berkesan... dari apa ajah. Asal... kreatif sedikit dan cobalah melihat sesuatu yang sederhana dari sudut pandang yang berbeda! Sebenarnya saya tak mau kasar. Tapi sedikit untuk pembelajaran mental mah kayaknya gak apa-apa kan kalau saya bilang: “Mau mimpi aja kok repot! Gak cihuy ah!” hihihi...

Maka benar kata ustadz Aris:

“Beranilah bermimpi! Karena itu barulah gagasan dan rencana. Dan itu pula adalah langkah awal. Jika awal melangkah saja Anda sulit bermimpi... maka sudah dipastikan bahwa Anda akan sulit di langkah berikutnya! Berani dan beranilah!”

Sooo... kesimpulannya adalah... mulailah mimpi dari yang paling sederhana, mulailah mimpi dari yang paling mudah untuk dilakukan, dan tentu mulailah mimpi dari mimpi diri sendiri... dan bukan mimpi orang lain! (Aa’ Gym minjem dikit yah!) Kemudian kejar dan wujudkan mimpi Anda. Karena bedanya Pemimpi dan Sang Pemimpi hanyalah pada konsep “gerakan”. Pemimpi hanya memiliki mimpi dan berhenti pada mimpinya. Tapi Sang Pemimpi selain ia memiliki mimpi... ia juga “bergerak” untuk mewujudkannya!

Beranilah bermimpi! Beranilah memiliki mimpi! Karena jika Anda tak mampu dan tak mau bermimpi... Anda hanya akan menjadi bagian mimpi orang lain!

Dare to dream and then realize the power of dreams!!! atau seperti kata Eleanor Rosevelt:

"The Future Belongs to Those Who Believe in The Beauty of Their Dreams."

 

Thansks to: Ustadz Aris dengan “kekuatan sugesti mimpinya” yang telah membuatku mampu berdiri di salah satu puncak dunia, adik-adik angkatan 45 IPB yang sudah menanyakan pertanyaan penuh inspirasi, dan teruntuk yang spesial... mimpi dan imajinasiku yang konyol-konyol hehehe...


29 CommentsChronological   Reverse   Threaded
abusyamil wrote on Aug 1, '08
ayo bermimpi, mumpung gratis
kerenoyeah wrote on Aug 1, '08
siip!!
salimdarmadi wrote on Aug 1, '08
Sosok-sosok pemimpi dan pewujud mimpi juga kita temukan pada Rasulullah saw. dan generasi shahabat ...
danangap7 wrote on Aug 1, '08
Sosok-sosok pemimpi dan pewujud mimpi juga kita temukan pada Rasulullah saw. dan generasi shahabat ...
Iyah mas betul sekali!
wiwieksulistyowati wrote on Aug 2, '08
inspiratif nih, tfs .....
brotherihda wrote on Aug 2, '08
wah mau coba ah tu yang ulis mimpi..
besok aku post ah... :)
geehadgirl wrote on Aug 2, '08
k2,,,boleh ngopy kata2nya gag??
geehadgirl wrote on Aug 2, '08
oya,,k,ade mau tanya,,(udah lama terpendam sih sejak liat video k2,,cie...hehe)... pertanyaannya: apa 100 mimpi k2 itu langsung terwujud begitu k2 mengusahakannya?? trus apa k2 membuat target kapan mimpi k2 itu harus terwujud?? trus,,,apa mimpi k2 yang 100 itu sudah terpenuhi semua?? thanks before^-^v
bungaoktora wrote on Aug 2, '08
jangan pernah takut bermimpi, jangan pula membatasi mimpi-mimpi kita...........
danangap7 wrote on Aug 2, '08
inspiratif nih, tfs .....
Sama-sama... thanks for comment!
danangap7 wrote on Aug 2, '08
jangan pernah takut bermimpi, jangan pula membatasi mimpi-mimpi kita...........
Betul-betul hehehe
danangap7 wrote on Aug 2, '08
oya,,k,ade mau tanya,,(udah lama terpendam sih sejak liat video k2,,cie...hehe)... pertanyaannya: apa 100 mimpi k2 itu langsung terwujud begitu k2 mengusahakannya?? trus apa k2 membuat target kapan mimpi k2 itu harus terwujud?? trus,,,apa mimpi k2 yang 100 itu sudah terpenuhi semua?? thanks before^-^v
Enggak... dari 100 ada juga kok yang belum kecapai. Misal mau salaman sama Aa' Gym... mau jadi astronout... (pasti banyak yang berpikir gak realistis)... tapi bagi saya itu realistis ajah. Sah-sah aja. Tinggal nanti bagaimana membuatnya jadi "nyata"... kreatif ajah!
rifzahra wrote on Aug 2, '08
Hmm..jd inget mimpi2 yg pernah aku tulis.. 20 hal yg pengen aku lakukan sblm aku milad tahun ini.. Dan tau ga? Perlahan, mimpi2 itu mulai nyata..
danangap7 wrote on Aug 2, '08
Hmm..jd inget mimpi2 yg pernah aku tulis.. 20 hal yg pengen aku lakukan sblm aku milad tahun ini.. Dan tau ga? Perlahan, mimpi2 itu mulai nyata..
Wah subhanallah...
Nih... ada lagi kan yang terwujud mimpinya! Semangattttt!!!
cahya41 wrote on Aug 5, '08
Ketika kita bermimpi, maka tahap selanjutnya yaitu usaha untuk mewujudkannya...Seperti sahabat Rasulullah yang ditanya beliau : "Apa cita-cita mu???" Sahabat itu menjawab :aku ingin menemanimu di surga ".Lalu rasul mejawab : kalau begitu bantu aku dengan memperbanyak sujud." Perwujudan mimpi kita juga berkolerasi dengan sejauh mana usaha kita untuk mewujudkannya dan keyakinan do'a-doa yang kita panjatkan kepada-Nya.
danangap7 wrote on Aug 5, '08
cahya41 said
Ketika kita bermimpi, maka tahap selanjutnya yaitu usaha untuk mewujudkannya...Seperti sahabat Rasulullah yang ditanya beliau : "Apa cita-cita mu???" Sahabat itu menjawab :aku ingin menemanimu di surga ".Lalu rasul mejawab : kalau begitu bantu aku dengan memperbanyak sujud." Perwujudan mimpi kita juga berkolerasi dengan sejauh mana usaha kita untuk mewujudkannya dan keyakinan do'a-doa yang kita panjatkan kepada-Nya.
Yup... Mbak, benar.
Namun yang saya bahas di tulisan ini adalah bahwa banyak orang yang justru kebingungan dengan cita-cita (mimpinya). Kalau di situ saja sudah bingung... bagaimana dengan perwujudannya... wong mimpi atau bercita-cita itu adalah salah hal yang paling mudah dilakukan lho...
yuzzaku wrote on Aug 6, '08
Mas, masa' di bulan ada bendera bisa berkibar ya?
danangap7 wrote on Aug 6, '08
yuzzaku said
Mas, masa' di bulan ada bendera bisa berkibar ya?
Lho belum tahu ya?
Ini foto beneran lho. Diambil saat pendaratan pertama kali di bulan. Benderanya bisa seperti itu karena gravitasinya lebih kecil sehingga bisa melayang seperti berkibar. Nah kalo di Bumi... kalo gak ada angin kan pasti benderanya jatuh gelautan gitu kan... so this is real man!
yuzzaku wrote on Aug 7, '08
Lah, bukannya kalo grafitasinya kecil harusnya benderanya melayang ke atas gitu... bukannya berkibar...

Di bumi bisa aja bendera berkibar, pake kipas angin yang GeDhe BanGet...
nurmaulidiyah wrote on Jun 8, '09
inspiratif..makasih mas danang
danangap7 wrote on Jun 8, '09
yuzzaku said
Lah, bukannya kalo grafitasinya kecil harusnya benderanya melayang ke atas gitu... bukannya berkibar...
Memang ada isu yang mengatakan pendaratan AS di bulan adalah sebuah skenario kontroversial. Terlepas dari hal itu... hehehe... saya gak tahu tentang bendera. Yang saya lihat di foto itu adalah bagian atas benderanya diberikan semacam batang kecil yang berhubungan dengan tiang bendera utama sehingga layar bendera bisa terlihat berkibar hehehe
ariefmw wrote on Jul 22, '09
izin rewrite dengan bahasa sendiri ya mas untuk artikel ini. Sebagai bentuk follow up artikel http://ariefmaulana.com/2009/07/jangan-pernah-menertawakan-mimpi-anda thanx a lot
deshyfa wrote on Aug 11, '09
jadi inget dengan mimpi-mimpi yang pernah saya tuliskan waktu SMA...
sederhana, ndak muluk-muluk, dan alhamdulillah tercapai semua..
sekarang setelah masuk kuliah, saya sempat vakum untuk membuat mimpi-mimpi ...
setahun ini, hidup saya hanya mengalir seperti air, tapi rasanya hambar...
hidup tanpa mimpi itu HAMBAR !!!
kalo ada lomba-lomba baru ikut, kalo ada ini itu baru ikut, ndak ada perencanaan, dan hasilnya pun kurang memuaskan...
tapi sekarang, saya mulai bangkit untuk menyususn kembali mozaik-mozaik mimpi yang sempat tak terpikirkan oleh saya...
SEMANGAT !!!
pujianik wrote on Oct 23, '09
luar biasa!!!!
belalanja wrote on Nov 25, '09
teriamakasih ini sangat sangat sangat menginspirasi :) hehe
portalwongsukses wrote on Feb 9, '10
Siiip, insya Allah dalam waktu dekat siap wujudkan 100 mimpi saya, mohon do'anya kak danang dan seluruh sahabat :-)
dzikrfarizi wrote on Feb 12, '10
Semangat Bermimpi
dzikrfarizi wrote on Feb 12, '10
eh mau Tanya, mas, mimpi2 mas, di posting semua disini gak?. kalau iya dimana ya..?
mau jadikan referensi aja hehhe
dyanaharahap wrote on Dec 6, '10
bismillah...
mga za stelah bca blog nie.... mimpi ane yang tdi lmayan sulit ntuk d ujud khan bsa cpat terujud..... amiiin.......
do`ai ya kak....
Add a Comment